Rokok merupakan salah satu produk dari tembakau yang dibungkus oleh kertas tipis dan dihisap untuk kepentingan rekreasional. Rokok merupakan salah satu benda penghasil devisa terbesar di negara kita dari cukai rokok inilah perkembangan ekonomi di negara kita sedikit terdongkrak. Akan tetapi, dibalik manfaat besar itu tidak ketinggalan berbagai dampak yang ditimbulkan rokok tersebut bagi individu konsumen (perokok aktif) dan bagi orang disekitarnya (perokok pasif), misalnya asma, hipertensi, kanker paru – paru dan lain sebagainya.
Sejak tahun 1988, organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan pada tanggal 31 Mei sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Tujuan dari diadakannya hari tanpa tembakau ini adalah menggugah perhatian masyarakat konsumen rokok mengenai bahaya rokok bagi diri sendiri dan orang lain. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya sebagai agents of health pada peringatan hari tanpa tembakau sedunia 2010 turut menggelar aksi untuk mengingatkan kepada masyarakat dan civitas Brawijaya mengenai bahaya merokok terlebih pada perokok pasi seperti perempuan.
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (BEM FKUB) menggelar sebuah aksi yang bertajuk “Anti Tobacco Month” atau yang dikenal dengan ATM. Kegiatan ini diikuti oleh 120 orang yang berasal dari Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM UB), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Mahasiswa dari Universitas Islam Malang (UNISMA). Aksi yang dilakukan adalah mengelilingi Universitas Brawijaya dan membagi – bagikan permen bagi para mahasiswa konsumen rokok (menukar rokok dengan permen), membagi – bagikan sticker dan selebaran berisi seruan hidup sehat tanpa rokok serta meneriakkan yel – yel untuk hidup sehat tanpa rokok. Dengan aksi teatrikal berupa orasi di bundaran Universitas Brawijaya (depan gedung rektorat) yang dipimpin oleh para orator dari FK yaitu Fendi Dwija P (WaPres BEM), Aldilla Wahyu R (Presiden BEM), Gamal (Duta Anti Rokok) dan Prasetyo B.P (Kastrat BEM). Dengan diadakannya kegiatan yang dipelopori oleh Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini diharapkan agar terciptanya kesadaran akan bahaya merokok dan menghentikan kegiatan merokok tersebut sehingga semua orang dapat menikmati udara tanpa asap rokok dan diharapkan dapat menginisiasi Universitas Brawijaya agar bebas rokok dan pembangunan area – area khusus merokok sehingga menciptakan Universitas Brawijaya bebas rokok.
BEBAS ROKOK
Filed under Tak terkategori
Satuan kredit kegiatan
Its all about SKK
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Satuan Kredit Kegiatan:
Definisi: Reward berupa konversi nominal dari partisipasi mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang diakui sebagai kegiatan lapangan
Manfaat:
SKK diperlukan untuk memenuhi 1 SKS dari PKNM (Program Karya Nyata Mahasiswa) yakni sejumlah 3 SKK
Klasifikasi : terbagi menjadi 2 macam :
a. SKK Insidental : SKK yang berasal dari kegiatan yang terjadi berdasarkan event.Contohnya: PK2MABA, KRIMA, SKB, MedFest, MedEx, dll
b. SKK Kepengurusan : SKK yang berasal dari kegiatan rutin yang ada dalam suatu organisasi di dalam lingkup FKUB. Contohnya: MuBes, Rapat Akhir Tahun, DikLatSar (Lakesma), Penerbitan (Diagnostika), dll
Proses penghitungan SKK Incidental :
dalam satu kegiatan, SKK mahasiswa dihitung berdasarkan rumus:
[(Jam efektif x Level kegiatan) + (Status Panitia x Jam efektif) x Konversi jenis kegiatan] / 48
*)Jam efektif :
Jam kerja efektif saat acara berlangsung (hari H), tidak termasuk persiapan sebelum acara dan evaluasi setelah acara. Sehingga, bila seorang panitia tidak hadir saat hari H, meskipun selalu hadir saat rapat koordinasi, maka SKK TIDAK AKAN BERLAKU.
*)Jam tambahan = (status panitia x jam efektif), diberikan bila menghadiri rapat koordinasi ≥ 60%
Level Kegiatan
Internasional : 2,5
Nasional : 2
Regional : 1,5
Universitas : 1,5
Fakultas : 1
Status Kepanitiaan
BPH (Ketua, Sekretaris, Bendahara) : 2
Koord. Sie = Koord. SC : 1,5
Anggota Sie = Anggota SC : 1
Delegasi : 1
*)Delegasi :
Peserta kegiatan tertentu yang didelegasikan oleh lembaga dan disahkan melalui Surat Tugas BEM dan Surat Tugas Fakultas. Presensi saat hari H tetap harus diserahkan.
*)Konstanta status panitia untuk wakil koordinator disamakan dengan anggota sie = 1
*)Bila tidak ada koordinator SC, maka semua SC = anggota sie
Konversi Jenis Kegiatan :
Pengabdian Masyarakat : 100%
Cth : Penmas Fakultas, Donor Darah, Pengobatan Massal
Penalaran : 85%
Cth : PKM-GT, Pelatihan Penulisan Karya Tulis, Paper Training
Organisasi & Kelembagaan : 75%
Cth : PK2MABA, KRIMA, dll.
Olahraga, Seni, Kreativitas : 50%
Cth : Lomba Paduan Suara Piala Rektor (LPSPR), Dekan Cup
Proses penghitungan SKK Kepengurusan :
Konstanta Kepengurusan x 75%
Presiden BEM/DPM 3,00
Ka. Biro/Ka.Dep/Ka.Div Ketua LSO/BK 2,00
Pengurus Inti/Harian LSO/BK 1,75
Staf BEM/DPM Ketua BPO Ka. Subdivisi Kabid 1,5
Staf LSO/BK 1,25
SKK dinyatakan resmi dihitung setelah menyerahkan Syarat kelengkapan penghitungan SKK ke bagian Akademik FKUB (Lt.5 GPP):
LPJ Kegiatan
Surat Tugas Fakultas
Presensi saat acara berlangsung
Presensi rapat koordinasi
based on forum PD3-KMA-ketua lembaga FKUB, 070710,
reported by “&”
Filed under Tak terkategori
